skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Sakit Maag Setelah Makan

Sakit Maag Setelah Makan

Sakit perut bisa muncul kapan saja tak kenal kompromi, misalnya saat kelaparan, setelah makan, bersantai, bekerja, olah raga dan saat-saat yang lainnya. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas secara khusus tentang sakit perut setelah makan.

Sakit perut setelah makan dapat dipicu oleh makanan yang dimakan atau karena adanya gangguan pada pencernaan yang membuat sulit untuk mencerna makanan dengan baik. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab atau kondisi medis yang mendasari. Jika Anda sering mengalami sakit perut setelah makan, mungkin hal itu disebabkan oleh masalah pada sistem pencernaan yang mungkin saja memerlukan perhatian medis.

Sakit perut yang bersumber dari organ-organ yang terdapat dalam perut seperti lambung, usus, usus buntu, hati, kandung empedu, pankreas, dan limpa dapat menyebabkan sakit perut setelah makan. Mengamati setiap gejala yang muncul akan sangat membantu menentukan masalah yang terjadi dan sekaligus memperkirakan apakah itu berbahaya atau tidak. Oleh karena itu, disini mari kita sama-sama belajar mendeteksi penyebabnya.

Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan anda menderita masalah ini, antara lain:

  1. Maag

Maag adalah penyebab umum lain. Anda dapat menghindarinya dengan mengkonsumsi makanan yang dapat mencegah maag, serta mengubah gaya hidup.

  1. Keracunan Makanan

Jika ini adalah penyebabnya, anda akan mengalami sakit perut yang tajam segera setelah makan.

  1. Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan adalah penyebab yang paling umum. Intoleransi makanan juga dikenal sebagai hipersensitivitas makanan, yang termasuk respon farmakologi, metabolisme, dan gastro-intestinal terhadap makanan-makanan tertentu atau senyawa yang terdapat pada berbagai makanan.

  1. Alergi Makanan

Anda mungkin mengalami sakit perut yang intens setelah makan makanan yang memicu reaksi alergi. Contohnya seperti kerang, kacang tanah, telur, dll.makanan yang dikonsumsi adalah cara terbaik untuk mengidentifikasikan makanan yang menyebabkan gejala ini.

  1. Sembelit/Konstipasi

Perut terasa sakit disertai kembung, kurang dari tiga kali buang air besar dalam seminggu, dan tinja yang keras adalah gejala-gejala dari sembelit. Ini dapat disebabkan karena kurangnya asupan serat. Kurang asupan air sepanjang hari juga dapat berkontribusi memperparah masalah ini.

  1. Sumbatan Usus

Jika ada sumbatan (obstruksi) pada usus halus atau usus besar, maka dapat mencegah lewatnya makanan. Sumbatan itu sendiri dapat disebabkan makanan yang tidak dapat dicerna, perlengketan usus, tumor atau hernia. Gejala yang sering muncul bisanya berupa sakit perut kram setelah makan besar dan terkdang disertai berak encer atau mencret.

  1. Intoleransi Laktosa

Pada orang-orang yang menderita intoleransi laktosa, tubuh menolak susu dan produk-produk olahan susu. Konsumsi makanan berbasis susu dapat menyebabkan sakit perut yang parah disertai dengan kembung.

  1. Radang Usus Buntu

Sakit intens di perut bagian kanan bawah dapat disebabkan oleh usus buntu. Ini dapat juga disertai oleh mual, muntah-muntah, atau demam ringan. Kunjungi dokter jika anda mengalami gejala-gejala ini disertai dengan sakit perut setelah makan.

  1. Ulkus

Makanan asam dapat menyebabkan jaringan lunak di lapisan perut terkikis. Makanan yang terlalu pedas dapat menyebabkan ulkus lambung, menyebabkan sakit yang luar biasa.

  1. GERD

Gangguan pada lambung yang disebut GERD umumya akan menyebabkan mual serta rasa sakit di ulu hati dan dada setelah makan.  Terasa seperti sensasi terbakar di bagian atas perut hingga dada (heartburn).

  1. Pankreatitis

Sakit perut parah yang dialami langsung setelah makan makanan berat, atau rasa sakit yang dialami 6 sampai 12 jam setelah makan makanan berat dapat mengindikasikan pankreatitis, atau peradangan kelenjar pankreas. Sakitnya biasa mulai di perut bagian atas dan menyebar ke samping dan belakang. Dapat juga disertai oleh mual, jantung berdebar-debar, atau demam.

  1. Penyakit Celiac

Penyakit ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh Anda setelah Anda mengkonsumsi gluten, protein yang terdapat di jelai, gandum, dan tepung graham. Usus kecil memicu respon imun setiap kali anda mengkonsumsi gluten. Ini menyebabkan peradangan pada lapisan usus kecil, menyebabkan kembung dan sakit perut.

Cara Mengatasi Sakit Perut Setelah Makan

Jika Anda mengalami sakit perut setelah makan dan itu ringan, maka yang dapat anda lakukan untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Jika sakit perut disebabkan oleh makan terlalu cepat dan banyak, maka ubahlah kebiasan itu.
  2. Konsumsi cairan (minum) dalam jumlah sedang setelah makan.
  3. Hindari makanan padat selama beberapa jam, terutama jika disertai mual dan muntah. Jika ingin mulai makan makanan padat, maka mulailah dengan makanan yang mudah dicerna seperti saus apel, nasi, atau bubur.
  4. Jika sakit perut akibat intoleransi makanan, maka segeralah berhenti memakannya dan ingat-ingat makanan tersebut agar tak terulang lagi.

Apa Itu ElderlyCare?

Elderlycare adalah Produk PT. Autoimun Care Indonesia yang merupakan Formula Organik yang diciptakan khusus untuk membantu menyembuhkan penyakit Maag, membantu mengatasi Gangguan pada Sistem Pencernaan, dan membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Elderlycare ini di Produksi dengan teknologi canggih Nanotechnology yang dapat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan gangguan pencernaan tubuh serta membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.