skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com

Sakit Maag Saat Menyusui

Sakit maag atau yang dikenal juga sebagai Dispepsia, yakni salah satu masalah kesehatan yang tak asing lagi di telinga dan dapat menyerang siapa saja termasuk juga kamu yang sedang menyusui. Keadaan ini berlangsung berawal saat radang terjadi pada dinding lambung bagian dalam.

Sakit maag bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Tergantung faktor pemicu dan kondisi tubuh yang bersangkutan saat itu. Termasuk ketika ibu sedang hamil dan menyusui. Dalam kondisi hamil dan menyusui seorang ibu tidak bisa sembarangan minum obat. Harus dipertimbangkan juga keselamatan dan kesehatan janin dan bayinya.

Sebenarnya saat hamil memang wajar jika terkena sakit maag. Hal itu karena saat hamil terjadi perubahan hormon dalam tubuh yang akan memacu naiknya prosuksi asam lambung. Jika sebelum hamil sudah menderita sakit maag biasanya akan lebih parah saat hamil. Terutama pada trimester pertama. Gejala kehamilan seperti mual, muntah, nafsu makan berkurang menjadi penyebabnya.

Efek Obat Pereda Sakit Maag Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Efek dari obat sakit maag yang dikonsumsi bisa saja mengganggu kesehatan janin dan ibu hamilnya sendiri. Beberapa resiko yang kemungkinan terjadi dari pemakaian obat pereda sakit maag saat hamil dan menyusui diantaranya:

  1. Asma pada bayi. Ini merupakan reaksi alergi bayi terhadap bahan yang terdapat pada obat pereda sakit maag kimia. Jika berlebihan, bayi yang dilahirkan bahkan bisa juga menderita beberapa gangguan yang lain seperti sulit bernafas dan sering bersin-bersin. Oleh karenanya untuk ibu yang saat hamil mengkonsumsi obat maag, ketika bayi lahir harus segera dideteksi dini apakah terkena gangguan tersebut.
  2. Pendarahan organ pencernaan. Obat sakit maag bisa memicu pendarahan organ pencernaan. Obat pereda sakit maag, apapun mereknya akan mengakibatkan pengikisan dinding lambung. Asam lambung yang terus menerus ditekan dengan minum obat maag justru akan memacu produksinya. Akibatnya asalam lambung menjadi berlebihan dan mengikis dinding lambung. lambung bisa mengalami luka atau bocor sehingga menyebabkan pendarahan.
  3. Merusak Bakteri baik yang ada dalam organ pencernaan. Efek lain dari obat maag adalah merusak kehidupan bakteri baik yang sangat dibutuhkan dalam organ pencernaan. Akibatnya ibu hamil dan meyusui merasakan perutnya tidak nyaman ketika makan apalagi saat lapar, sehinnga bisa mengakibatkan bayi kekurangan nutrisi.

Lalu Hal Apa yang sebaiknya dilakukan?

Berikut Tips yang dapat dilakukan bagi ibu penderita maag saat menyusui:

  1. Hindari makanan pedas dan asam

Untuk mengobati penyakit maag sebenarnya tidak hanya dengan obat kimia saja. Anda harus mencoba untuk mengendalikan gaya hidup yang lebih baik. Pertama adalah dengan mencoba untuk menghindari semua makanan pedas dan asam. Biasanya ibu menyusui sangat suka dengan makanan pedas karena bisa meningkatkan nafsu makan. Untuk menghindari perkembangan bakteri H pylori penyebab maag maka makanan pedas tidak boleh dikonsumsi. Anda bisa mencoba untuk mengkonsumsi makanan lain yang sesuai nutrisi untuk ibu menyusui.

  1. Jangan minum kopi

Saat terkena maag maka ibu menyusui harus menghindari semua jenis minuman yang mengandung kafein. Kafein bisa menyebabkan asam lambung menjadi lebih tinggi. Kafein juga bisa menyebabkan perkembangan bakteri dalam perut menjadi lebih besar sehingga memicu rasa mulas dan perih berlebihan. Bahkan efek minuman yang mengandung kafein seperti kopin juga sangat buruk untuk bayi. Kafein sama dengan rokok karena bisa terbawa ke dalam darah sehingga bisa sampai ke ASI yang diminum oleh bayi.

  1. Keju

Keju adalah jenis makanan fermentasi dari produk susu yang mengandung kalsium dalam jumlah yang tinggi. Kalsium adalah salah satu jenis mineral yang akan bekerja untuk mengendalikan penyakit maag. Ini sama seperti jenis kalsium yang menjadi bahan utama untuk membuat obat maag seperti antasida. Kalsium akan bekerja untuk menjaga keseimbangan pH alami dalam pencernaan sehingga maag bisa dikendalikan.

  1. Gunakan minyak aromaterapi atau minyak hangat

Ibu menyusui juga bisa mencoba menggunakan minyak aromaterapi atau minyak penghangat tubuh. Minyak aromaterapi akan bekerja untuk membuat pikiran ibu menjadi lebih tenang sehingga bisa menurunkan level stres. Stres pada ibu menyusui sangat buruk karena tidak hanya menyebabkan maag, tapi juga sindrom baby blues. Ketika stres semakin parah maka maag bisa menjadi lebih buruk karena asam dalam lambung akan diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak.

Kemudian untuk meredakan rasa tidak nyaman pada perut maka gunakan minyak penghangat seperti minyak telon. Jangan memberikan minyak yang bisa menyebabkan kulit panas karena ibu bisa merasa lebih sakit. Minyak penghangat ini juga bisa menjadi obat pilek untuk ibu menyusui yang alami.

  1. Makanan mengandung asam lemak omega 3

Semua ibu hamil tentu membutuhkan asam lemak omega 3. Ini adalah jenis makanan yang baik untuk otak janin dalam kandungan dan makanan untuk mencegah bayi cacat. Dan ternyata asam lemak omega 3 juga bisa melawan produksi asam berlebihan dan menyembuhkan luka pada lambung. Ketika Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dan asam lemak omega 3 secara bersamaan maka bisa membantu melawan asam dalam lambung.

Dan makanan ini mengandung bahan anti peradangan yang sangat tinggi. Beberapa jenis makanan yang mengandung asam lemak omega 3 seperti ikan salmon, ikan kembung, ikan tuna kaleng, kenari, almond, dan minyak canola.

Apa Itu ElderlyCare?

Elderlycare adalah Produk PT. Autoimun Care Indonesia yang merupakan Formula Organik yang diciptakan khusus untuk membantu menyembuhkan penyakit Maag, membantu mengatasi Gangguan pada Sistem Pencernaan, dan membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Elderlycare ini di Produksi dengan teknologi canggih Nanotechnology yang dapat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan gangguan pencernaan tubuh serta membantu memperbaiki sistem metabolisme tubuh.